“Tentang dia”
Cipt : Ainur Ridwan
Cahaya nya mulai terbenam, angan dan harapan pun mulai pudar Satu
persatu bebatuan yang tersusun mulai rapuh
Air mata pun tak kan bisa mengokohkanya takkan ada yang
peduli dengan air mata yang membasahi
sanubari ini
Mungkin ku ingin dipahami juga ingin dimengerti tapi tak
pantas karena ku sadar siapa yang ingin ku sanding
Lampu jalan se akan menyorotku tanah
bumi seakan menarik diriku menampakkan betapa bodohnya aku
Tak ada suara yang kudengar seperti
terpenjara dalam ruang waktu di saat kesepianku semakin memuncak
Hasrat ku yang tinggi saat ku ingin berdalih semuanya tentang
dia adakah air mata yang sehina air mataku
Ku ingin mendengarkan suaranya yang sangat menenangkanku
seperti antioksin yang menyembuhkan racun dalam hatiku
Kemarin hari ini esok dan selamanya hanya tentang dia dan
selalu tentang dia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar